Selamat Hari Tani Nasional 2016

Hari Tani Nasional (24 September 2016)

LOKTIMAWIL 2

Perwakilan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mendapatkan juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Wilayah 2 FKK HIMAGRI yang di laksanakan di Universitas Padjadjaran

Pemindahan Lahan Parkir UNTIRTA

Parkir kendaraan motor (Roda 2) dialihkan ke lahan parkir depan kampus UNTIRTA (Tidak dipungut biaya - GRATIS)

Sosialisasi SISTA

Sosialisasi SISTA (Sistem Informasi Skripsi dan Tugas Akhir) diadakan untuk seluruh KBM FAPERTA UNTIRTA pada tanggal 07 Maret 2016 hari Senin di Lab Agribisnis.

Jumat, 22 Februari 2019

LET GET MORE KNOWLEDGE ABOUT (Brassica juncea L.)

Brassica juncea L. itu apa sih? Yuk dibaca!

Brassica juncea L.  adalah tanaman sawi. Sawi termasuk tanaman sayuran daun dari keluarga Cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Daerah asal tanaman sawi diduga dari Tiongkok (Cina) dan Asia Timur. Konon di daerah Cina tanaman ini telah dibudidayakan sejak 2500 tahun yang lalu, kemudian menyebar luas ke Filipina dan Taiwan. Masuknya sawi ke Indonesia diduga pada abad XI bersamaan dengan lintas perdagangan jenis sayuran sub-tropis lainnya.




Botani Tanaman Sawi : 

Kingdom  : Plantae 
Divisi        : Spermatophyta 
Class         : Dicotyledonae 
Ordo         : Rhoeadales 
Famili      : Cruciferae 
Genus       : Brassica 
Spesies    : Brassica juncea L.

     Tanaman sawi hijau berakar serabut yang tumbuh dan berkembang secara menyebar ke semua arah disekitar permukaan tanah, perakaranya sangat dangkal pada kedalaman sekitar 5 cm. Tanaman sawi hijau tidak memiliki akar tunggang. Perakaran tanaman sawi hijau dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur, subur, tanah mudah menyerap air, dan kedalaman tanah cukup dalam  (Cahyono, 2003).
      Batang sawi pendek sekali dan beruas-ruas, sehingga hampir tidak keliatan. Batang ini berfungsi sebagai alat pembentuk dan penopang daun (Rukmana, 2007).
  Sawi berdaun lonjong, halus, tidak berbulu dan tidak berkrop. Pada umumnya pola pertumbuhan daunya berserak (roset) hingga sukar membentuk krop (Sunarjono, 2004).
  Tanaman sawi umumnya mudah berbunga secara alami, baik didataran tinggi maupun dataran rendah. Struktur bunga sawi tersusun dalam tangkai bunga yang tumbuh memanjang (tinggi) dan bercabang banyak. Tiap kuntum bunga terdiri atas empat helai daun kelopak, empat helai daun mahkota bunga berwarna kuning cerah, empat helai benang sari, dan satu buah putik yang berongga dua (Rukmana, 2007).
     Benih sawi termasuk tipe benih bulat, yakni bentuknya bulat, berukuran kecil (Rukmana, 2007). Benih sawi hijau berbentuk bulat, berukuran kecil, permukaannya licin dan mengkilap, agak keras, dan berwarna coklat kehitaman (Cahyono, 2003).
    Daerah penanaman yang cocok untuk pertumbuhan tanaman sawi adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai 1200 meter dpl. Namun, biasanya tanaman ini dibudidayakan di daerah ketinggian 100 - 500 m dpl. Sebagaian besar daerah-daerah di indonesia memenuhi syarat ketinggian tersebut (Haryanto, dkk, 2003).
     Tanaman dapat melakukan fotosintesis dengan baik memerlukan energi yang cukup. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis. Energi kinetik yang optimal diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan produksi berkisar antara 350 - 400 cal/cm2 setiap hari (Cahyono, 2003). 
     Kondisi iklim yang dikehendaki untuk pertumbuhan tanaman sawi adalah daerah yang mempunyai suhu malam hari 15,6 0C dan siang harinya 21,1 0C serta penyinaran matahari antara 10 - 13 jam per hari.
     Meskipun demikian, beberapa varietas sawi yang tahan terhadap suhu panas, dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik didaerah yang suhunya antara 27 0C – 32 0C (Rukmana, 2007). 
    Kelembaban udara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman sawi hijau yang optimal berkisar antara 80% - 90%. Tanaman sawi hijau tergolong tanaman yang tahan terhadap hujan, sehingga penanaman pada musim hujan masih bisa memberikan hasil yang cukup baik. Curah hujan yang sesuai untuk pembudidayaan tanaman sawi hijau adalah 1000-1500 mm/tahun. Daerah yang memiliki curah hujan sekitar 1000-1500 mm/tahun dapat dijumpai di dataran tinggi pada ketinggian 1000-1500 m dpl. Akan tetapi tanaman sawi tidak tahan terhadap air yang menggenang (Cahyono, 2003).

























Daftar Pustaka

Cahyono,  B.,  2003.  Teknik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau (Pai-Tsai). Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. Hal : 12-62.

Erawan, Dedi, dkk. 2013. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) pada Berbagai Dosis Pupuk Urea. Jurnal Agroteknos. Vol. 3 No. 1 Hal. 19.

Haryanto,  W  ;  T. Suhartini dan  E . Rahayu.  2003.  Sawi dan Selada.  Edisi Revisi Penebar Swadaya,  Jakarta.  Hal : 5-26.

Rizky, Muhammad, dkk. 2015. Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) pada Pemberian Pupuk Cair. Jurnal Agroekoteknologi. Vol. 4 No. 1 Hal. 1890-1891.

Rukmana, R, 2007. Bertanam Petsai dan Sawi Kanisus, Yogyakarta. Hal : 11-35.



Senin, 25 September 2017

Name Tag Peserta (TOPMA)


TOPMA (Training Organisasi Profesi Mahasiswa Agroekoteknologi) 2017



Link pendaftaran:  
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeAti6SMh4rVAyNGklDwqRKyWmZvQg0FgU_V5nAAsxGxlk-wg/viewform


NAME TAG


Selasa, 28 Maret 2017

Data Alumni Agroekoteknologi



Terkait dengan adanya rencana peningkatan akreditasi jurusan Agroekoteknologi FAPERTA UNTIRTA, maka dari pihak jurusan membutuhkan data alumni Agroekoteknologi. Jadi, kepada akang dan teteh alumni, dimohon waktunya untuk mengisi e-form mengenai data alumni. Diharapkan semoga dengan adanya data alumni dapat membantu meningkatkan akreditasi jurusan Agroekoteknologi. Aamiin.
Berikut link e-formnya:
[KLIK DISINI] Form Data Alumni

Sabtu, 24 September 2016

LOKTIMAWIL 2 (Lomba Karya Tulis Ilmiah Wilayah 2)


Selamat kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa FKK HIMAGRI Wilayah II 
Juara 1: Universitas Padjadjaran 
Juara 2: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 
Juara 3: Universitas Trilogi 
Hasil LKTI teman-teman akan menjadi bahan FKK HIMAGRI Wilayah II untuk melaksanakan kegiatan berikutnya yaitu Bakti Tani Wilayah II di Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon. 
Tetap berkarya terus wahai mahasiswa agronomi/agroekoteknologi/agroteknologi/agroekologi/budidaya pertanian se-Indonesia! 
BRAVO...HIMAGRI...JAYA... 
#infokomfkkhimagriwilayah2 
Instagram: fkkhimagriwilayah2 
Facebook: BPW FKK HIMAGRI WILAYAH II 
Twitter: @fkkhimagriktw_2 
Line@: @tpo9353d 
Email: fkkhimagriwilayah2@gmail.com




Jumat, 23 September 2016

TOPMA (Training Organisasi dan Profesi Mahasiswa Agroekoteknologi) 2016




FORMULIR PENDAFTARAN

NAME TAG




Jumat, 25 Maret 2016

15 Tips Menghadapi Ujian

15 Tips Keren Ketika Menghadapi Ujian

UTS tinggal menghitung hari, nih, teman-teman Agro. Nah, hari ini, mimin akan memberikan tips-tips untuk menghadapi UTS ala berkuliah.com biar kita sukses dan gak tegang menghadapi ujian nanti. check this out :D

Nah, berikut ini merupakan tips-tips yang sudah teruji untuk belajar dan menghadapi ujian akhir semestermu yang bisa membuat perbedaan besar dalam hasil ujianmu, serta berpengaruh untuk membuat liburanmu menjadi lebih tenang nantinya: 

Hitung waktu mundur

Banyak mahasiswa ketika mulai memikirkan tentang persiapan sebelum ujian melihat tanggal mulainya ujian, kemudian menghitung waktu mundur. Misalnya, ujian Biologi hari Rabu? Berarti gue perlu belajar kira-kira 2 atau 3 hari. Kayaknya gue kudu belajar mulai hari Minggu.Jauh lebih baik lagi kalau kamu mulai menghitung sejak jauh-jauh hari. Tujuh hari? Kalau gitu gue bagi jadi tujuh mata kuliah dan belajar tiap mata kuliah tiap hari. Kira-kira seperti itu.


Tetapkan beberapa komitmen

Kamu bakal nyadar bahwa akan sangat lebih mudah belajar jika meluangkan waktu ekstra untuk belajar. Tunda dulu hal-hal atau sosialisasi yang nggak penting ataupun komitmen keluarga. Dan untuk yang punya pekerjaan paruh waktu, coba jika memungkinkan untuk mengambil 10 hari libur untuk persiapan minggu-minggu ujian akhir, atau kalau nggak boleh, minta pengurangan jam kerja.

Meski hanya beberapa jam, waktu ekstra yang kamu luangkan secara strategis untuk belajar akan membuat perbedaan berarti antara mengerjakan dengan apa adanya saat ujian dan mengerjakan dengan sangat baik.

Rahasianya adalah biasanya akan ada mata kuliah yang dosennya bakal ngasih kamu tugas akhir semester. Kalau bisa menyelesaikan makalah atau tugas akhir semester seminggu sebelum minggu terakhir kelas aktif, hal ini akan memperbanyak waktu tambahan buat belajar persiapan ujian akhir.


Bagi waktu belajarmu

Beberapa mahasiswa berpikir mereka harus menggunakan waktu dengan seimbang untuk mempersiapkan setiap mata kuliah yang bakal diujikan. Sebaliknya, bagilah proporsi waktu belajarmu tergantung pada mata kuliah yang mana yang cenderung lebih sulit untukmu, dan mata kuliah mana yang sudah kamu pahami dengan baik. Luangkan waktu lebih untuk mata kuliah yang menurutmu sulit.


Cari tahu apa saja yang bakal diujikan

Salah satu hal yang paling penting yang perlu kamu diperjelas adalah materi yang mana saja yang bakal diujian akhir. Apakah membaca atau sesi diskusi termasuk hal yang diujikan, atau ujiannya hanya difokuskan secara eksklusif pada materi kuliah saja? 

Apakah ujian akhir berkonsentrasi pada materi setelah ujian tengah semester saja, ataukah materinya yang komprehensif atau kumulatif satu semester? Mengetahui sejauh dan sebatas mana materi ujian yang akan diujikan, tentunya akan mempermudahmu untuk mengorganisir dan menyusun strategi belajarmu.


Ketahui tipe soal dosen

Biasanya dalam membuat soal ujian, dosen punya strategi pengujian yang berbeda antara satu dosen dengan dosen lainnya. Ada dosen yang cuma memberimu satu atau dua soal dengan pertanyaan besar yang biasanya jawabannya juga panjang banget. 

Ada juga dosen yang membuat pertanyaan singkat yang lebih terfokus, masing-masing soal mencakup setiap bab yang bisa dipelajari dari materi kuliah. Sebelum mulai belajar, pastikan kamu tahu tipe-tipe soal yang biasanya diujikan dosen tersebut seperti apa.


Pelajari soal tahun lalu atau yang sering muncul saat di kelas

Di kebanyakan kelas perguruan tinggi, ada banyak sumber yang tersedia yang memberimu informasi tentang apa saja pertanyaan yang akan muncul di ujian akhir. Kadang-kadang, dosen atau asisten dosen akan secara sederhana memberikan petunjuk kecil tentang pertanyaan apa yang baiknya diujikan di ujian akhir nanti. 

Tapi di lain waktu, ternyata pertanyaan tersebut ada di tempat terbuka. Panduan pembelajaran, contoh soal tahun sebelumnya yang bisa kamu dapatkan dari senior, atau serangkaian rangkuman pertanyaan yang dibahas di kelas bisa jadi akan mirip banget sama yang diujikan ketika ujian akhir.


Belajarlah dengan berkelompok hanya jika menurutmu itu perlu

Banyak mahasiswa salah mengira bahwa sebuah kelompok belajar selalu memiliki banyak manfaat yaitu lebih banyak otak cerdas, ditambah teman-teman yang bisa menjelaskan isi textbook. Hal ini cukup efektif kalau teman belajarmu setidaknya secerdas kamu juga. 

Waktu ujian bukanlah waktu beramal, di mana waktumu akan dihabiskan untuk ngajarin temanmu. Iya kalau yang nggak dipahami cuma beberapa, lah kalau dia nggak paham sama sekali gara-gara sering bolos kuliah?


Review kuliah dengan dosen atau asisten dosen (asdos)

Salah satu yang sumber informasi terbaik dan seringkali dibeberapa perguruan tinggi hal ini dilakukan, adalah sesi review. Di sesi ini, dosen atau terkadang asdos akan memberimu gambaran tentang ujian akhir. 

Beliau-beliau ini tentu saja kemungkinan akan menjumlahkan poin tinggi dalam mata kuliahnya, memberikan contoh pertanyaan dan permasalahan, memberikan tips belajar, atau kadang cuma bercerita atau menjelaskan secara singkat materi secara relevan dalam kuliahnya yang akan diujikan. Sesi review inilah bantuan terbesar dalam belajar untuk menghadapi ujian akhir.


Bawa buku catatan kuliahmu saat ujian akhir (jika diperbolehkan)

The power of open book. Inilah semacam surga dunia bagi mahasiswa, yaitu ketika pengawas mengatakan ujian tersebut adalah ujian terbuka. Biasanya di mata kuliah tertentu, kamu memang diperbolehkan untuk membuka catatan. 

Ketimbang soal-soal yang penuh tipu muslihat, dosen yang memberikan sistem ujian jenis ini ingin melihat sebaik apa kamu bisa mengekspresikan ide-idemu dan mengingat data. Jadi mulai sekarang, rajinlah mencatat saat kuliah. Pastikan catatanmu berada dalam kondisi prima jika kesempatan ujian open book ini tiba-tiba muncul di ujian akhir.


Baca instruksi dan buatlah sebuah rencana

Ketika hari ujian telah tiba dan kamu mendapatkan lembaran ujianmu, periksalah format ujiannya dengan hati-hati. Berapa pertanyaan yang diminta untuk kamu jawab? Apakah ada pilihan ganda? Berapa banyak masing-masing bagian dihitung? Lalu, buatlah rencana (tentatif) sebelum kamu mengerjakan, berapa banyak waktu yang kamu perlukan untuk mengerjakan tiap-tiap soalnya. Kerjakan yang mudah lebih dulu.


Tips Bintang 4

Jangan habiskan terlalu banyak waktu untuk menguraikan jawabanmu. Tulis rumus yang sudah dihafal, atau (kalau ada pilihan ganda) mulai sebuah pertanyaan, kalau sulit lewati dulu, pindah ke pertanyaan lain. Kamu dinilai berdasarkan kualitas jawabanmu, bukan catatan atau kesalahan kapan saat mulai menjawab pertanyaan.


Pastikan untuk mengembangkan jawaban sepenuhnya

Banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa pada ujian esai, bagian yang paling dinilai adalah sebaik mana kamu mengembangkan dan menjelaskan jawabanmu, bukan cuma sebenar apa jawaban itu. 

Pertimbangkan untuk menjelaskan poin-poinmu secara lebih detail, sehingga orang lain yang tidak familiar dengan jawabanmu bisa mengerti hanya dari apa yang kamu katakanlah jawabannya.


Permudahlah penilai ujian

Dalam banyak mata kuliah, dosen atau orang lain yang bagian mengoreksi dan memberi nilai akan punya sekitar 70 kertas ujian untuk dibaca dalam waktu 2 atau 2 hari, yang mana sekitar 10 hingga 15 menit tiap kertas. Kamu akan lebih mudah mendapat nilai yang baik jika kamu memperjelas pertanyaan yang kamu jawab.

Mulailah menjawab di kalimat paling awal dari esaimu, tampilkan jawabanmu disemua soal-soal berbasis masalah atau study kasus. Dan yang paling penting, menulislah dengan rapi. Dosen terkadang nggak mau repot-repot membaca tulisan jelek. Cukup mencoretnya dengan pena merah.


Organisir waktu ujian

2 atau 3 jam adalah waktu yang lama. Coba bayangkan ujian akhir adalah waktu kerja, bagilah ke dalam sejumlah sub-sesi. Ambil beberapa menit istirahat sejenak antara setiap pertanyaan atau beberapa bagian pertanyaan.


Jangan panik terlalu cepat

Dalam 3 jam, dihadapkan dengan sejumlah pertanyaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, akan menjadi semacam pasang surut. Entah kamu setelah itu merasa lebih baik, atau lebih buruk tentang bagaimana ujianmu berlangsung. 

Abaikan perasaan seperti itu, atau gampangnya kalau ujian sudah selesai, nggak usah repot membahasnya lagi. Kebanyakan tes dirancang untuk memiliki beberapa pertanyaan sulit, dan dalam beberapa hal, evaluasi diri sendiri yang seperti itu seringkali salah.


Tetaplah tinggal sampai waktu ujian habis

Emang sih, kadang kelihatan kece kalau ujian sudah selesai lebih dulu daripada temen-temen yang lainnya, dan tidak sedikit mahasiswa yang meninggalkan ruang ujian sebelum ujian berakhir karena sudah selesai duluan. Sebenarnya, hal tersebut sama sekali bukanlah hal yang baik untuk dilakukan, karena selalu ada masalah-masalah yang harus berulang kali diperiksa atau esai yang bisa ditambahkan atau dibuktikan.

Meskipun membuat koreksi kecil di jawabanmu, atau menambahkan poin tambahan ke dalam esai (jangan takut membuat paragraf dibatas margin atau di pojokan atas atau bawah halaman), bisa membuat perbedaan antara nilai yang baik dan tidak terlalu baik.


Nah, itu tadi 15 tips yang bisa kamu ikuti untuk menghadapi ujian akhir. Tentu saja selain belajar keras, diperlukan juga doa. Semoga sukses ujian akhir!

Jumat, 18 Maret 2016

Badan Pengurus Harian HIMAGRON

1. Ketua Umum HIMAGRON

Fahmi Auladi

2. Wakil Ketua Umum HIMAGRON

Benny Rivaldy

3. Sekretaris Umum dan Sekretaris Khusus HIMAGRON

left : Hairani Prianti (Sekretaris Umum) || right : Yasinta Apriliyani Putri (Sekretaris Khusus)

  4. Bendahara Umum dan Bendahara Khusus

left : Halimatussa’ diyah (Bendahara Umum) || right : Desy Yasinta Octavia (Bendahara Khusus)