Selamat Hari Tani Nasional 2016

Hari Tani Nasional (24 September 2016)

LOKTIMAWIL 2

Perwakilan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mendapatkan juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Wilayah 2 FKK HIMAGRI yang di laksanakan di Universitas Padjadjaran

Pemindahan Lahan Parkir UNTIRTA

Parkir kendaraan motor (Roda 2) dialihkan ke lahan parkir depan kampus UNTIRTA (Tidak dipungut biaya - GRATIS)

Sosialisasi SISTA

Sosialisasi SISTA (Sistem Informasi Skripsi dan Tugas Akhir) diadakan untuk seluruh KBM FAPERTA UNTIRTA pada tanggal 07 Maret 2016 hari Senin di Lab Agribisnis.

Rabu, 14 Juli 2021

(TIPS PERTANIAN) 4 MANFAAT CANGKANG TELUR UNTUK TANAMAN

Hallo mahasiswa/i Agroekoteknologi

Disini siapa sih yang tidak tahu telur? Telur adalah salah satu bahan makanan yang memiliki berbagai macam manfaat di dalamnya, tetapi bukan hanya isinya saja yang memiliki banyak manfaat, ternyata cangkangnya pun juga mempunyai banyak manfaat lho khususnya untuk tanaman. Lantas apa saja sih manfaat cangkang telur ini khususnya untuk tanaman? Mari kita bahas bersama disini.

Cangkang telur mengandung 98,2% kalsium karbonat, 0,9% magnesium, dan 0,9% fosfor. Selain itu, dalam membran cangkang terdiri dari 69,2% protein, 2,7% lemak, 1,5% air, dan 27,2% abu. Dengan banyaknya kandungan nutrisi yang ada terdapat dalam cangkang telur. Lalu apa saja manfaat cangkang telur untuk tanaman?

Cangkang telur dapat digunakan sebagai wadah semai. Hal tersebut dikarenakan cangkang telur dapat menyediakan berbagai macam unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman tersebut. Selain itu, dengan menggunakan cangkang telur sebagai wadah semai dapat mempermudah proses pemindahan tanaman ke lahan.

Cangkang telur dapat digunakan sebagai pupuk. Hal tersebut dikarenakan pada cangkang telur yang memiliki kalsium sebanyak 90%. Selain itu, cangkang telur dapat dengan mudah terdekomposisi dan mampu diserap tanaman dalam beberapa minggu. Hal tersebut dikarenakan cangkang telur merupakan limbah organik.

Cangkang telur dapat digunakan sebagai pengganti kapur dolomit. Hal tersebut dikarenakan cangkang telur mengandung sekitar 90% kalsium, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kapur dolomit. Pada penambahan kapur dolomit pada tanaman berfungsi untuk meningkatkan tingkat keasaman tanah menuju pH yang netral.

Cangkang telur dapat digunakan sebagai pengendali hama dan penyakit. Hal tersebut dikarenakan cangkang telur yang mengandung banyak kalsium yang dapat berfungsi untuk mengendalikan hama dan penyakit. Adapun hama yang dapat dikendalikan dengan cangkang telur, yaitu seperti siput, hama putih, kutu, dan kumbang.

Itu dia manfaat telur untuk tanaman. Bagaimana banyak bukan manfaat yang dapat diperoleh dari cangkang telur? Untuk dalam penulisan ini diharapkan para mahasiswa/i dapat mengerti dan paham tentang manfaat dari cangkang telur ini. Dan tentunya dalam memanfaatkan cangkang telur ini dalam tanaman dapat membuat ekonomis juga dalam pemberian baik pupuk atau nutrisi lainnya yang diperlukan tanaman. Selain itu, diharapkan juga pada limbah organik dapat dimanfaatkan lebih baik lagi kedepannya.

 

Sumber:

Buletin Pak Tani Digital (Edisi 7). Ragam Pemupukan di Lahan Pertanian. Hal: 34-37.

 

#TipsPertanian

#DirektoratBudidaya

#Himagron Untirta

#Kabinet Tumpang Sari

Selasa, 13 Juli 2021

LAMUN SI TUMBUHAN LAUT

 

Mangrove (hutan bakau) dan terumbu karang pasti sudah sering didengar dan diketahui banyak orang. Mangrove berfungsi untuk mencegah abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang laut, sedangkan terumbu karang berfungsi untuk habitat dan sumber makanan untuk makhluk hidup laut. Namun ada ekosistem yang selalu terlupakan yaitu lamun (Seagrass).

Secara harfiah lamun (Seagrass) artinya buah yang bisa berbicara. Namun secara bahasa lamun diartikan sebagai tanaman air yang berbunga (Antophyta) dan mempunyai kemampuan beradaptasi untuk hidup dan tumbuh di lingkungan laut. Padanan kata atau istilah lamun untuk seagrass, pertama kali diperkenalkan kepada para ilmuwan, peneliti dan akademisi di perguruan tinggi oleh Dr. Malikusworo Hutomo, APU dalam disertasi doktornya yang berjudul “Telaah ekologik komunitas ikan pada padang lamun di Teluk Banten (HUTOMO, 1985).

Di Indonesia kata lamun untuk padanan kata dari tumbuhan laut, seagrass, dapat dikatakan digunakan dengan “terpaksa” karena seharusnya terjemahan seagrass dalam bahasa Indonesianya adalah rumput laut. Kata rumput laut sudah digunakan secara umum dan baku bagi tumbuhan algae (seaweed), baik dalam dunia perdagangan maupun dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baku sehari-hari (ATMADJA, 1999).

Lamun merupakan tumbuhan Agiospermae yang masih memiliki kerabat dengan tumbuhan lili dan rimpang-rimpangan darat dari pada rumput sejati. Hidup lamun berada pada perairan laut dangkal dengan kedalaman 0.5 – 10 m atau lebih pada perairan jernih (Azkab, 2000). Struktur tubuh pada lamun memiliki akar, daun, bunga hingga biji. Lamun memiliki akar rimpang (rhizome) yang membuat lamun dapat bertahan meskipun air laut yang cukup deras, hal itu merupakan salah satu bentuk adaptasi lamun karena hidup pada lingkungan laut. Selain itu lamun juga memiliki kemampuan untuk hidrophilus atau melakukan polinasi di bawah laut (Umar, 2010).

Rimpang lamun tersebut sangat panjang dan setiap interval tertentu akan membentuk rimpang vertikal yang nantinya tumbuh daun dari basal area. Percabangan hasil dari rimpang horizontal ini akan membentuk tutupan lamun yang luas yang biasa disebut padang lamun (Hogarth, 2015).

Secara fisik lamun menjadi sebagai pendaur zat hara dan menstabilkan sedimen agar perairan tidak keruh (Satrya et al., 2012). Pelindung pantai dengan meredam gempuran ombak. Dari segi ekologi padang lamun sebagai penghasil bahan organic, tempat tinggal satwa laut, ikan dan biota lain. Padang lamun juga menyediakan makanan yang mampu menghidupi biota laut seperti ikan duyung dan penyu hijau, dimana satwa tersebut merupakan satwa yang dilindungi undang-undang.

Lamun juga memiliki fungsi farmakologis karena adanya senyawa bioaktif sebagai mekanisme dalam mempertahankan diri. Biasanya masyarakat pesisir memanfaatkan metabolit sekunder yang dimiliki lamun sebagai obat alami. Lamun atau seagrass dengan nama spesies Thalassia hemprichii diketahui mengandung senyawa bioaktif sebagai antibakteri, antifungi, antiprotozoa, dan sebagai bahan obat untuk penyakit kardiovaskular (Laksmi et al., 2006).

Pentingnya ekosistem laut khususnya lamun atau seagrass bagi manusia dan biota laut. ayang sekali apabila seiring berjalannya waktu kerusakan ekosisten lamun semakin hari semakin bertambah. Gerakan nyata dalam upaya melestarikan ekosistem lamun, yaitu melalui penyampaian kepada masyarakat tentang pentingnya lamun dan bagaimana menjaga ekosistem lamun.

Nama: Ananda Rifki Kunrniawan


Sumber:

 

ATMADJA, W.S. 1999. Perkembangan dan makna penelitian rumput laut (algae makro) di Indonesia. Pidato Pengukuhan Ahli Peneliti Utama, Jakarta 7 Desember 1999. P3O-LIPI, Jakarta, 42 hal.

Azkab, Muhammad Husni. 2000. Struktur dan Fungsi pada Komunitas Lamun. Majalah Ilmiah Semi Populer Oseana. Vol 25(3): 9 – 17.

Hogarth, P. J. 2015. The Biology of Mangroves and Seagrasses Third Edition. Oxford, Oxford University Press. pp. 44-46

HUTOMO, M. 1985. Telaah ekologi kominitas ikan pada padang lamun (seagrass, Anthophyta) di perairan Teluk Banten. Thesis Doktor. Fak. Pasca Sarjana-IPB, Bogor, 271 hal.

Kiswara, W., & Hutomo, M. (1985). Habitat dan sebaran geografik lamun. Oseana10(1), 21-30.

Laksmi, V., A, K. Goel., M, N. Srivastava., D, K. Kulshreshtha., & R, Raghubir. 2006. Bioactivity of marine organism: Part IX – Screening of some marine flora from the Indian coast. Indian Journal of Experimental Biology, 137-141.

Satrya, C., Muhammad, Y., Muhandis, S., Beginer, S., Dondy, A., & Fitryah, A. (2012). Keragaman Lamun di Teluk Banten, Provinsi Banten. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 29-34.

Umar, Tangke. 2010. Ekosistem Padang Lamun (Manfaat, Fungsi, dan Rehabilitasi). Jurnal Ilmiah Agribisnis


INDONESIA PERTANIAN 2045

 Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, perairan baik yang diolah maupun tidak diolah. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

    Di Indonesia, permasalahan pangan tidak kalah pelik dikaitkan dengan peningkatan jumlah penduduk. Pada tahun 2050, jumlah penduduk di Indonesia diperkirakan akan mencapai 321,4 juta jiwa, kelima terbesar di dunia setelah Tiongkok, India, Nigeria, dan AS. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia dalam penyediaan pangan ke depan karena berkejaran dengan laju pertumbuhan penduduk yang melonjak cepat. Keputusan yang dibuat saat ini sangat menentukan apakah Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan di masa depan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat. Menyikapi tantangan tersebut, Presiden Joko Widodo memiliki visi jauh ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun Indonesia Merdeka. Ketajaman visi Presiden Joko Widodo telah dijabarkan oleh Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman dengan menyiapkan rencana strategis dan program aksi menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 (LPD 2045) yang mencakup delapan komoditas, yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, gula, daging sapi, cabai, dan bawang putih.

    Konsep dasar lumbung pangan dunia pada mulanya lumbung pangan dipahami sebagai penyimpan (buffer stock) hasil panen padi. Namun dewasa ini konsep lumbung pangan berkembang seiring dengan dinamika permasalahan pangan dan berbagai kebijakan yang diimplementasikan. Dalam konteks Indonesia menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, konsep lumbung pangan merupakan pengembangan dari konsep swasembada pangan yang selama ini dipahami oleh banyak praktisi dan birokrat.

    Swasembada pangan umumnya dipahami sebagai ketersediaan pangan secara nasional dengan sasaran utama substitusi impor. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan swasembada sebagai usaha mencukupi kebutuhan sendiri. Dalam kaitannya dengan urusan pangan, swasembada pangan lebih diartikan sebagai usaha memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Swasembada juga diidentikkan dengan sikap bebas, mandiri, otonom, atau independen. Artinya, negara harus mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional secara mandiri tanpa pasokan dari luar. Kemampuan swasembada pangan suatu negara direfleksikan dari tiga kategori, yaitu: (1) Kemampuan produksi yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dengan faktor-faktor produksi yang sepenuhnya dapat dikendalikan oleh sistem produksi pada berbagai jenjang; (2) Kemampuan swasembada yang bersifat responsif, yaitu kemampuan pemulihan yang cepat setelah terjadinya goncangan produksi yang menyebabkan berkurangnya produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat; dan (3) Kemampuan swasembada yang bersifat antisipatif, yaitu kemampuan mengantisipasi terjadinya goncangan produksi yang menyebabkan berkurangnya produksi dan kemampuan antisipatif dalam pengadaan stok untuk mengatasi kekurangan konsumsi.

Penggunaan transplanter (alat-mesin tanam) padi mampu menghemat  biaya  tanam  sebesar  30%  dibandingkan  dengan cara konvensional. Secara nasional, penghematan biaya tanam mencapai Rp.8,6 triliun setiap tahun. Sementara produksi padi dapat dinaikkan 10,6 juta ton gabah kering giling (GKG) per tahun atau senilai Rp.48 triliun. Dalam penyiangan gulma, penggunaan alat-mesin penyiang tiga kali lebih cepat dibandingkan cara konvensional dengan nilai penghematan biaya penyiangan mencapai Rp.7 triliun. Penggunaan traktor pengolah tanah juga mampu mengurangi penggunaan tenaga kerja konvensional dengan operasionalisasi yang lebih cepat. Kehilangan hasil panen dapat ditekan dengan penggunaan combined harvester. Penggunaan alat-mesin panen ini dapat mengurangi kehilangan hasil padi dari 10-11% dengan cara konvesional menjadi 5% jika menggunakan combined harvester. Penggunaan alat-mesin pertanian, baik pra maupun pascapanen menjadi penggerak percepatan proses peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani sehingga petani mendapatkan manfaat yang lebih besar.

    Berbagai terobosan kebijakan dan program peningkatan kesejahteraan keluarga petani telah dilakukan. Upaya khusus peningkatan produksi, nilai tambah, kualitas, dan pasar produk pangan dan pertanian telah memberikan dampak positif bagi peningkatan  kesejahteraan  petani.  Upaya  diversifikasi  pangan untuk pemenuhan gizi dan peningkatan pendapatan keluarga telah dilakukan, di antaranya melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), lumbung pangan masyarakat, pengembangan industri pangan rumah tangga, dan pengembangan komoditas pangan strategis. Upaya strategis yang mencakup peningkatan dan penguatan swasembada pangan, ketahanan pangan, kedaulatan pangan, dan penyejahteraan keluarga petani melalui strategi operasionalisasi sebagaimana diuraikan di atas merupakan solusi permanen bagi peningkatan kesejahteraan petani. Dari perspektif pemerataan manfaat yang berkeadilan, negara harus hadir dengan kebijakan harga yang tepat dan mampu mengurangi dampak buruk disparitas harga pangan agar petani dan pedagang mendapatkan margin keuntungan yang berkeadilan dan tidak memberatkan konsumen.

    Peran sektor pertanian dalam perekonomian mencakup penyediaan pangan dan input bagi industri pengolahan, peningkatan nilai tambah, perluasan kesempatan kerja, dan ekspor. Kegiatan utama (core business) sektor pertanian adalah usaha tani (pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan). Pada dasarnya, sistem produksi usaha tani berbasis proses biologi sehingga produktivitas dipengaruhi oleh kondisi agroekosistem. Faktor lain yang ikut menentukan kinerja pertanian adalah kondisi infrastruktur, struktur-perilaku-kinerja pasar input dan output, dan keterkaitan dengan sektor hulu dan hilir. Oleh karena itu, salah satu strategi peningkatan efisiensi produksi pertanian kawasan adalah melalui konsolidasi pengelolaan berbasis agroekosistem yang dipadukan dengan potensinya sebagai salah satu prime-mover pertumbuhan ekonomi wilayah. Prinsip dasar optimalisasi sumber daya adalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang tersedia agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud. Oleh karena itu, unsurnya terdiri atas variabel keputusan, tujuan, dan kendala sumber daya. Variabel keputusan ditentukan oleh ruang lingkup dan konteks permasalahan yang ingin dipecahkan serta instrumen yang akan diterapkan untuk memecahkan masalah tersebut. Penentuan tujuan berpijak pada aspirasi yang didasarkan atas realitas yang dihadapi dalam ruang lingkup dan konteks permasalahan. Kendala sumber daya mencakup karakteristik dan kuantitas sumber daya yang dapat diakses. Pengertian “dapat diakses” mengacu pada penguasaan teknologi pemanfaatan sumber daya tersebut.

 

 

Nama : Anisahibatusauda

Pertanian Organik

  Pertanian organik yaitu sistem budidaya pertanian yang dalam pengelolaannya lebih mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Pertanian organik ini pada dasarnya sudah dikenal dari tahun 1980 silam. Sebenarnya, pertanian organik ini sudah umum di kalangan petani di indonesia. Namun, karena zaman semakin berkembang dan dalam pertanian sudah banyak menggunakan teknologi intensifikasi yang lebih mengandalkan bahan-bahan kimia untuk diterapkan dalam pertanian. Sejak saat itu para petani menjadi target asupan agrokimia dan bergantung pada pihak luar. Tetapi, setelah banyak berita mengenai kerusakan ekosistem dari penggunaan bahan kimia di bidang pertanian akhirnya para petani kembali memperhatikan pertanian organik.

       Pertanian organik sangat penting dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki ekosistem pertanian yang kian rusak karena terpapar bahan sintetik atau kimiawi seperti peptisida, aditif pakan, zat pengatur tumbuh dan herbisida. Menerapkan pertanian organik dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas di antara tumbuhan, hewan dan manusia. Ada beberapa contoh tanaman organik yang cocok ditanam di sekitar rumah yaitu kangkung, kailan, cabai, sawi, bokcoy (sawi daging), bayam, lidah buaya, tomat, timun, selada, brokoli. Pertanian organik ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan dari Pertanian organik di antaranya yaitu:

1. Harga jual buah dan sayur organik lebih mahal

2. Banyak peminatnya

3. Dapat menjaga kesehatan lingkungan

4. Biaya operasional lebih terjangkau

5. Hasil pertanian lebih sehat

6. Mengurangi limbah pertanian

7. Dapat menjaga kualitas

8. Dapat meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah seperti jamur, bakteri dan lain sebagainya

9. Dapat mendaur ulang limbah yang berasal dari organisme hayati

10. Dapat memperbaiki keseimbangan

11. Nilai gizi dan kandungan vitamin dari hasil pertanian organik lebih banyak

12. Tanaman akan ternutrisi lebih baik dibandingkan cara konvensional

Kekurangan dari pertanian organik ini diantaranya yaitu:

1. Hasil pertanian organik pada awal penanaman cenderung rendah, namun untuk musim tanam selanjutnya bisa ditingkatkan

2. Membutuhkan pupuk organik

3. Rentan terhadap serangan hama dan penyakit

4. Untuk pemasaran produk dari pertanian organik terbatas pada kalangan tertentu

5. Ketersediaan bahan organik terbatas dan dalam penggunaan takarannya harus banyak

6. Luas lahan yang digunakan relative kecil

       Budidaya menggunakan pertanian organik dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi apabila dalam prosesnya memenuhi syarat, ada beberapa syarat yang harus dilakukan di antaranya yaitu:

Ø Menghindari penggunaan pupuk buatan (anorganik) dan peptisida sintesis sehingga akan menekan pencemaran tanah, udara dan air.

Ø Penggunaan benih lokal yang telah beradaptasi dengan alam sekitar.

Ø Kesuburan dan aktivitas biologis tanah harus dijaga dan ditingkatkan dengan cara menanamkan tanaman yang mempunyai perakaran dalam melalui program rotasi tanaman.

Ø Tidak memperkenalkan pengendalian hama, penyakit dan gulma dengan menggunakan peptisida sintesis. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan pengendalian mekanis, penggunaan musuh alami, penggunaan peptisida nabati, rotasi tanaman, varietas tanah dan prinsip lain.

Budidaya menggunakan teknik ini akan sangat bagus diterapkan, karena hasil dari pertanian organik ini nanti nya akan aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak akan merusak lingkungan sekitar. Dalam mengelola pertanian organik juga didasari oleh prinsip-prinsip, diantaranya yaitu prinsip kesehatan, ekologi, keadilan dan perlindungan. Pada prinsip kesehatan yang dimaksud ialah dalam mengelola pertanian organik harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanaman, tanah, hewan dan manusia sebagai satu kesatuan karena nantinya semua komponen tersebut akan saling berhubungan dan tidak akan pernah terpisahkan. Mengelola pertanian organik juga harus didasarkan pada sistem ekologi kehidupan dan keadilan baik antar manusia maupun antar makhluk hidup lainnya. Dan harus didasarkan dengan perlindungan sehingga dalam mengelola pertanian organik perlu berhati-hati dan bertanggung jawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia pada masa kini maupun masa yang akan datang.

Sabtu, 10 Juli 2021

FORUM SILATURAHMI ALUMNI II WEBINAR DIALOG TANI 2


    Kamis, 8 Juli 2021 – IKA Agroekoteknologi Untirta dan Himagron Untirta menggelar webinar dialog tani dengan tema "Strategi Regenerasi Petani : Kiat Sukses Ternak Burung Puyuh". Webinar kegiatan kali ini dilaksanakan gratis dan terbuka untuk umum. Pada webinar ini menghadirkan beberapa pembicara seperti Ketua Umum DPN HKTI, Ketua Umum Alumni Agroekoteknologi, dan narasumber pilihan yang memiliki usaha pertenakan yaitu Peternak Burung Puyuh. Salah satu narasumber atau pembicara dalam webinar kali ini yaitu Dr. H. Fadli Zon. Beliau merupakan Ketua Umum DPN HKTI. Beliau menyampaikan bahwa ada tendensi petani kita itu waktu ke waktu semakin menurun jumlahnya, jika kita lihat data yang ada pada tahun 2020 menurut kementrian pertanian ada sekitar 33,4 juta menurun secara drastis. Dalam halini, jika disetiap tahun jumlah petani menurun bisa dibanyangkan kita akan kekurangan petani yang tentunya sangat penting pekerjaan ini dan mulia karena untuk ketersedian dan menjaga ketahanan pangan kita. Kemudian untuk usia petani juga jika kita lihat dari waktu ke waktu menurut sector pertanian 2013, ini memang pada tahun lalu dari rata-rata usia petani di Indonesia itu 45 hingga 54 tahun.
    Adapun pesan dari beliau kita harus dituntut mengubah pradigma terkait dengan sector pertanian terutama pada citra petani yang yang terlanjur melekat pada generasi muda, yang sudah dijelaskan tadi sector pertanian ini tidak disebut sector untuk milenial atau untuk generasi muda yang dianggap melakukan pekerjaan kasar, dan berpenghasilan rendah, dalam citra tersebut kita harus ubah, dan kita lihat dibeberapa negara berhasil menciptakan petani-petani muda yang sukses.
    Selanjutnya, salah satu narasumber atau pembicara dalam webinar kali ini yaitu Mus Mulyadi, SP . Beliau merupakan pengusaha sukses ternak burung puyuh. Pada kesempatan ini beliau membawakan materi dengan tema “Kiat Sukses Ternak Burung Puyuh”. Beliau memulai bisnis ternak burung puyuh ini melalui hobi memelihara burung puyuh petelur, sampai akhirnya memiliki bisnis yang menjanjikan. Beliau mengatakan Potensi berbisnis puyuh memiliki keunggulan, keunggulan yang dimiliki oleh burung puyuh adalah masa produktif cepat dan produk banyak, produknya yaitu pakan, daging dan telur, keunggulan masa produktif puyuh mencapai 18 bulan dalam 40-60 bisa bertelur dan memiliki kelebihan pada peristirahatan, istarahat burung puyuh yaitu mabung.
    Beliau memberi tips cara memulai usaha puyuh, pada usaha puyuh biasanya masuk kemitraan mengikuti pelatihan mengenal puyuh terlebih dahulu, bibit PST (Puyuh Siap Telur) cocok bagi pemula. Pada kemitraan memeiliki tiga tipe yaitu memiliki modal tetapi tidak memiliki lahan, tidak memiliki puyuh namun memiliki lahan, dan investasi. Sedangkan tipe puyuh terdapat dua puyuh petelur dan pedaging, puyuh peteleur dapat berpotensi pedaging, puyuh malon puyuh pedaging. telur lokal lebih fress kelebihan pakan kang mus bisa mengeluarkan kabut dan menahan kelembaban lebih lama, Perbedaan vertil dan steril yaitu vertil diambil kualitas dengan bagus dan bobot anakan bagus sedangkan streil telur bebas yang penting dapat dikonsumsi.

Selasa, 06 Juli 2021

MENGENAL LEBIH DEKAT SI CANTIK YANG BANYAK MANFAATNYA

 Tanaman Clitoria ternatea adalah suatu tanaman yang merambat, tanaman ini biasanya merambat dan tumbuh liar atau tumbuh di perkarang rumah. Tanaman Clitoria tenatea memiliki berbagai macam sebutan seperti Bunga Temeng (Bugis, Die Dou (China), Aparajita (Hindi), Butterfly Pea (Inggris), Bunga Telang (Malaysia/Sunda), Teleng (Jakarta). Dari berbagai macam nama itu nama yang palung umum digunakan adalah Bunga Teleng dikarenakan mungkin lebih mudah dalam penyebutannya dan lebih mudah diingat.

Bunga Teleng  adalah tanaman yang termasuk kedalam suku polong-polongan (Fabiaceae) atau Leguminase. Asal muasaln tanaman ini bisa tumbuh subur di nusantara masih simpang siur  dikarenakan ada beberapa ahli yang berpendapat tanaman ini berasal dari Asia dan ada juga yang berpendapat berasal dari Amerika. Tetapi ada yang untik dari nama latin bunga talang ini yaitu Clitoria ternatea pemberian nama latin ini diawali pada abad ke 17 seorang pelayar yang bernama Jacob Breyne yang berasala dari Gdsank Polandia sangat terpoesona melihat tanaman bunga teleng ini sehingga Breyne mengatakan Clitoridis ternatensibus yang artinya bunga clitoris dari ternate. Tanaman ini dinamakan Clitoria ternatea dikarenakan spesimen ini berasal dari Ternate. merujuk kepada taksonomi Linnaeus, yaitu lokasi ditemukannya tanaman yang menjadi penanda spesifik genus Clitoria ini.

Bunga teleng terkenal tanaman cantik dan memiliki segudang khasiat, Berbicara tentang khasiat dari tanaman ini hampir semua bagain dari tanaman talang ini memiliki khasiat yang baik tetapi disini saya hanya memfokuskan pada bagian bunga nya saja. Bunga teleng ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dikarenakan kandungan yang ada didalamnya. Didalam bunga ini telah ada flavonoid, fenol, alkaloid, sponin, sulfur, co-oksalat, triglucosid dan juga kandungan lainnya (Ni Luh Dian A W dkk, 2018). dari banyaknya kandungan yang terdapat didalam bunga talang tersebut dapat dipastikan bunga ini memiliki banyak manfaat. Lalu apa saja manfaat dari bunga talang ini? berikut ini adalah khasiat dari bunga teleng, yang pertama dapat mengobati sakit kepala dengan cara mengoleskan beberapa perasan dari bungan teleng yang dicampurkan dengan sedikit garam pada bagian telinga, yang kedua dapat mengobati bisul dengan cara bunga talang ditumbuk  dengan dicampurkan gula jawa kemudian balurkan kepada bagian yang ada bisulnya, khasiat yang ketiga bisa mengobati gangguan pada pengelihatan dengan cara merendam bunga teleng didalam air lalu teteskan air nya ke mata, niscaya mata anda lebih cerah dan tajam dalam pengelihatannya, dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya.

Akhir-akhir ini kembang talang sedang naik daun dikarenakan sudah banyaknya masyarakat atau kalang muda yang mulai menambahkan bunga telang dalam olahan-olahan makanan yang kekinian. Semoga dengan khasiat dari bunga teleng dan banyaknya olahan makanan yang bisa ditambahkan dari bunga teleng ini menjadi langkah baru untuk pelestarian tanaman teleng ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ni Luh Dian A W dkk, 2018. Karya Ilmiah ISI Denpasar. The Unity Color Of Kembang Talang. Bali. ISI Denpasar Press.

AEROPONIK

 Aeroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu aeros yang artinya udara dan ponus yang berarti daya. Aeroponik dapat diartikan sebagai sistem budi daya tanaman yang dalam prosesnya tidak memerlukan media tanah, melainkan menggunakan media udara. Tanaman nantinya akan diletakkan pada sebuah wadah, khususnya pada bagian akar dan pangkal batang yang berada di dalam wadah tersebut. Sedangkan bagian lain seperti batang bagian atas dan daun dibiarkan diruang terbuka. Wadah ini harus dijaga kelembapannya. Sistem aeroponik ini umumnya bisa dipakai untuk jenis tumbuhan apa pun, tetapi dalam tanaman sayuran hanya bisa digunakan oleh sayuran kentang dan tanaman sayur yang berdaun hijau dengan masa panen cepat sekitar 1 bulan saja, misalnya seperti selada, bayam dan kangkung. Bercocok tanam menggunakan sistem aeroponik akan menghasilkan tanaman yang segar, higienis, renyah, dan berkualitas. Dalam melakukan budidaya dengan sistem aeroponik ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan dari sistem aeroponik, yaitu:

1. Dapat menghemat air

2. Tidak perlu mengolah lahan

3. Tahan akan hama dan gulma

4. Tidak mengenal musim

5. Lebih cepat panen

6. Tanaman akan lebih banyak menerima oksigen

7. Oksigen tambahan yang diterima dapat meringankan pertumbuhan patogen berbahaya

Kekurangan dari sistem aeroponik, yaitu :

1. Biaya yang dikeluarkan cukup mahal.

2. Sulit mendapatkan komponen.

3. Sangat bergantung pada listrik.

       Dalam menjalankan metode dengan sistem aeroponik yang pertama dibuat ialah dua jenis instalasi yang terbuat dari pipa PVC. Dua jenis instalasi ini meliputi instalasi aeroponik dan instalasi pengabutan nutrisi. Ada beberapa alat yang dibutuhkan dalam pembuatan aeroponik ini diantaranya yaitu pipa PVC, rockwool, styrofoam, jet pump (pompa air), bibit tanaman, larutan nutrisi. Cara membuatnya yaitu:

1. Rakit pipa PVC agar menjadi kerangka dasar inslatasi aeroponik dan instalasi pengabutan nutrisi.

2. Menyiapkan rockwool dan styrofoam. Dimana rockwool nanti berfungsi sebagai tempat meletakkan benih dari tanaman yang akan ditanam, dan styrofoam berfungsi sebagai menancapkan bibit tanaman.

3. Rendam bibit tanaman dalam air.

4. Lubangi rockwool untuk tempat penyamaian benih.

5. Simpan benih di tempat gelap agar cepat berkecambah.

6. Pindahkan bibit tanaman tersebut apabila sudah mengeluarkan dua helai daun dari rockwool ke styrofoam.

7. Dibagian bawah styrofoam terdapat alat pengabut atau sprinkler. Yang fungsi nya untuk memancarkan kabut larutan nutrisi ke arah atas hingga mengenai akar tanaman.

8. Proses pemancaran kabut larutan nutrisi ini dapat berjalan dengan bantuan dari pompa air.

       Melakukan bercocok tanam dengan metode ini dapat menjadi solusi untuk para petani dan masyarakat di perkotaan yang kurang ada nya lahan. Karna bercocok tanam dengan metode ini bisa dilakukan di pekarangan rumah dengan menggunakan media tanam berupa styrofoam. Dan hasil dari tanamannya juga berkualitas, lebih segar dan lebih higienis.